The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj <p>The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is a bilingual journal (Indonesian, English) that publish recent development and emerging issue in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology (science, engineering, medicine, agriculture, information technology, fisheries, animal husbandry), and its impact in general and industrial communities. This journal is also emphasising the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance in Indonesian perspective. IGTJ is publicly opens for publication of review paper, short communication, and research paper.</p> en-US <p>Authors who publish in this journal agree to the following terms: </p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_new">The Effect of Open Access</a>).</li> <li>Once submitted, it is the corresponding author's responsibility to confirm and warrant the name included as an author of the work is true (shadow author is unacceptable) and that no conflict of interest occurred among the authors.</li> </ol> igtj@ub.ac.id (Yuniar Ponco Prananto) purwito@ub.ac.id (Aditya Dedy Purwito) Fri, 06 Oct 2023 07:29:55 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Antibacterial Retention of Star Anise (Illicium verum) Essential Oil and Oleoresin in the Cellulose-PEG Composite https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2027 <p>Star anise essential oil (EO) and oleoresin (OL) consists of various volatile compounds that can be easily damaged and affect their quality and function. The degradation is mainly caused by the deterioration and release of their active components. Encapsulating the extracts into a composite matrix can give slow release and minimize the contact between active compounds and surrounding. Cellulose-PEG composite has good compatibility and affinity, it can retain the extracts so does their biological activities. In this work, the essential oil and oleoresin were encapsulated into the cellulose-PEG composite with a ratio of 1:2 (µL EO and OL per mg of composite). The cellulose was obtained from extraction of star anise residue of EO and OL isolation. The extraction steps were pre-alkalization, alkalization, and three-stage bleaching. Antibacterial assay for the samples uses a combination of agar disc and well method, where the pure one uses the disc as absorbent and both the disc and composite are put in the well. The diameter of the inhibition zone against Staphylococcus aureus was observed once a week for eight week. The result shows that pure and composite-packed star anise essential oil and oleoresin samples have fluctuating antibacterial activity during the obeservation. Both packed EO and OL show a lower difference of the diameter of the inhibiton zone which indicated the composite can retain the antibacterial activity of the star anise essential oil and oleoresin.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Star anise, antibacterial, essential oil, oleoresin, composite.</p> Fitri Ariadna Sodi Miranda, Elvina Dhiaul Iftitah, Warsito Copyright (c) 2023 The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2027 Fri, 06 Oct 2023 00:00:00 +0000 Potensi Oksida Logam Tanah Jarang dari Lumpur Sidoarjo sebagai Pendukung Katalis Rutenium dalam Produksi Hidrogen dari Dekomposisi Amonia https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2029 <p>Salah satu upaya mengurangi emisi CO<sub>2</sub> adalah transisi bahan bakar fosil dengan bahan bakar terbarukan seperti hidrogen. Hidrogen dapat diproduksi melalui dekomposisi amonia oleh katalis Ru dengan pendukung oksida dari logam tanah jarang (LTJ). Meskipun di alam tidak tersebar merata dan jumlahnya terbatas, LTJ dilaporkan terkandung di Lumpur Sidoarjo - Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan negara penghasil amonia terbesar kelima di dunia sehingga keberlanjutan amonia sebagai sumber hidrogen terjamin. Kajian ini bertujuan untuk mempelajari (1) potensi pemanfaatan dekomposisi amonia menjadi hidrogen sebagai bahan bakar terbarukan, dan (2) potensi pemanfaatan oksida LTJ dari Lumpur Sidoarjo sebagai katalis pendukung Ru dalam dekomposisi amonia menjadi hidrogen sebagai bahan bakar terbarukan. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan <em>narrative review</em> dengan menelaah jurnal nasional dan internasional terakreditasi yang diterbitkan mulai tahun 2013-2023. Hasil kajian mengindikasikan bahwa (1) LTJ yang terdapat di Lumpur Sidoarjo meliputi Sc, La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu, dan Y yang dapat diekstraksi menjadi bentuk oksida menggunakan metode hidrometalurgi; (2) oksida-oksida LTJ yang berpotensi sebagai pendukung katalis Ru dan mampu mengkonversi NH<sub>3</sub> menjadi H<sub>2</sub> hingga 100% pada rentang suhu 400-475°C dan tekanan normal, meliputi CeO<sub>2</sub>, La<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, Er<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, Y<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, Sm<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, Pr<sub>6</sub>O<sub>11</sub>; (3) Lumpur Sidoarjo mengandung jenis LTJ yang sama seperti LTJ yang telah diteliti sebagai pendukung katalis Ru dalam dekomposisi amonia untuk produksi hidrogen, yakni La (15-50 ppm), Ce (41-87 ppm), Pr (5-24,5 ppm), Sm (2-10,5 ppm), Er (1,5-3 ppm), dan Y (8-23 ppm) sehingga kawasan Lumpur Sidoarjo berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut dan dilakukan ekstraksi LTJ sebagai katalis.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> dekomposisi amonia, energi hidrogen, katalis rutenium, logam tanah jarang, lumpur Sidoarjo</p> Rifqi Fajar Maulana, Uray Keisya Ranaputri Copyright (c) 2023 The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2029 Tue, 24 Oct 2023 00:00:00 +0000 Effect of Eco-Enzyme’s Storage Duration on Hydrogen Peroxide Level and Its Antibacterial Activity https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2028 <p>Eco-enzyme is a filtrate produced by fermenting sugar and a mixture of organic matter for 3 months. Eco-enzymes have been widely used as cleaning fluids and disinfectants. This study aims to investigate the levels of hydrogen peroxide and the antibacterial activity of eco-enzymes stored at different times. Hydrogen peroxide level was analyzed by redox titration and the antibacterial activity against <em>Escherichia coli</em> and <em>Staphylococcus aureus</em> was analyzed by paper disc method. This study shos that there were significant differences in the levels of hydrogen peroxide and the antibacterial activity of the eco-enzymes stored for a certain time. Hydrogen peroxide levels increased from 0 month storage to reach the highest point at 10 month storage with 2664.9 ppm and then it began to decrease to the lowest point at 114 month of storage. The highest antibacterial activity against <em>Escherichia coli</em> and <em>Staphylococcus aureus</em> was shown by eco-enzyme stored for 0 month, with inhibitory zones of 6.37 mm and 6.59 mm, respectively. Eco-enzyme no longer showed antibacterial activity after 15 month of storage. Overall, the storage duration of eco-enzyme affect the hydrogen peroxide level and antibacterial activity against <em>Escherichia coli</em> and <em>Staphylococcus aureus</em> due to the amount of lactic acid bacteria in eco-enzyme.</p> <p><strong>Keywords: </strong>antibacterial activity, eco enzyme, hydrogen peroxide, storage duration</p> Ni Putu Primarista, Imam Abu Hanifah, Arie Srihadyastutie, Sasangka Prasetyawan, Ulfa Andayani, Tri Adyati Copyright (c) 2023 The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2028 Tue, 24 Oct 2023 00:00:00 +0000 Identifikasi Komposisi dan Uji Kualitas Briket Arang Komersial https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2021 <p>Briket arang merupakan salah satu produk hasil pengolahan limbah kayu yang berguna untuk bahan bakar alternatif. Saat ini, pemanfaatan briket arang di masyarakat sudah semakin banyak. Dalam penggunaannya, briket arang harus memiliki kualitas yang bagus untuk memberikan nyala api dan panas yang maksimal. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi komposisi dan uji kualitas pada briket arang komersial. Adapun briket arang yang digunakan adalah briket A, merupakan briket arang yang diklaim berstandar ekspor dan briket B, sebagai pembanding, merupakan briket arang komersial berasal dari produsen lokal. Pengujian komposisi briket arang dilakukan menggunakan FTIR dan XRF, sedangkan uji kualitas briket dilakukan dengan uji kadar air, uji kadar abu, uji nilai kalor, dan uji nyala api. Hasil analisis FTIR menunjukkan performa yang lebih unggul pada briket A karena tidak terlihat adanya puncak khas pada spektrum FTIR, yang menunjukkan bahwa terjadinya pembakaran yang lebih sempurna pada senyawa organik yang digunakan dalam bahan tersebut. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa kedua briket memiliki komposisi unsur (Ca, Fe, K, Si, dan Mn) yang hampir sama dalam hal bahan dan material yang digunakan. Rata-rata kadar air pada briket arang A adalah 9,44%, sedangkan pada briket arang B adalah 5,74%. Kadar abu pada briket A adalah 2,4% sedangkan pada briket B adalah 4,266%. Uji nyala pada briket B menunjukkan kemampuan untuk terbakar lebih mudah daripada briket A. Nilai kalor briket A adalah 6.542,59 kal/gram, sedangkan pada briket B adalah 6.381,87 kal/gram.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Briket arang, pengujian, komposi, karbon, suhu</p> Hana Rofidah, Titi Asri Ramadhani, Isadora Evani Salsabila, Siti Shofiah Aghnani Alfi Laila Fq Laila Fq, Nabila Almayda Copyright (c) 2023 The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2021 Tue, 24 Oct 2023 00:00:00 +0000 Penyerapan Amonia dan Nitrat pada Kolom Filtrasi Kolam Udang Dengan Metode Carbon Dosing Menggunakan Alga Caelurpa taxifolia https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2017 <p>Udang adalah komoditas laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi and sering dibudidayakan. Udang memiliki sensivitas terhadap kondisi air yang sering berdampak pada angka kematian udang yang tinggi. Angka kematian udang linier dengan laju nitrifikasi yang terhambat ketika ammonia telah menjadi nitrat dan sulit terdegradasi menjadi nitrogen. Proses nitrifikasi hingga saat ini masih menjadi solusi untuk menjaga mutu air dalam kolam budidaya udang. Dalam penelitian ini, digunakan metode karbon dosing dengan dosis 5 mL/100 liter dapat mempercepat laju nitrifikasi bakteri dengan strain yang kompleks dari golongan bakteri aerob dan anaerob untuk membantu mempercepat laju konversi ammonia menjadi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan makroalgae kolam sebanyak 5 kg untuk volume total air 8000 liter pada kolom filtrasi yang dialirkan terus menerus melewati alur sirkulasi dapat membantu menurunkan nitrat dengan cepat dan stabil. Pengamatan selama 60 hari menunjukan bahwa kadar nitrat masih di bawah ambang batas, yang juga ditunjukan dari tingginya laju pertumbuhanya makroalgae yang semakin subur. Selama waktu pengamatan, nilai nitrat tidak pernah lebih dari 5 ppm sedangkan ammonia selalu dibawah 0,15 ppm. Angka kematian udang juga lebih rendah daripada sistem kovensional yang hanya mengandalkan metode pergantian air.<br /><br /><strong>Kata kunci: </strong> nitrifikasi, makroalgae, karbon dosing</p> Vincentius Johar Windrayan Pambudi, Sigit Udjiana Copyright (c) 2023 The Indonesian Green Technology Journal https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/2017 Tue, 24 Oct 2023 00:00:00 +0000