PENGARUH RASIO PUCUK TEBU DAN RUMPUT GAJAH DALAM PAKAN LENGKAP SAPI PERAH TERHADAP PARAMETER FERMENTASI RUMEN DAN PASOK PROTEIN MIKROBA MELALUI PENDEKATAN PRODUKSI GAS IN VITRO

Anang Stirtoadiu, Kusmartono Kusmartono, Siti Chuzaemi

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui rasio optimal penggunaan pucuk tebu (PT) dan rumput gajah (RG) dalam pakan lengkap sapi perah melalui pendekatan produksi gas in vitro. Penelitian dilaksanakan dengan metode percobaan menggunakan RAK 5 x 5. Perlakuan yang digunakan adalah tingkat rasio PT dan  RG dalam pakan lengkap yang disusun iso protein dari bahan : RG (Pennisetum purpureum) umur pemotongan 43– 56 hari, PT (Saccharum officinarum), dan beberapa bahan konsentrat. Pakan perlakuan disusun dalam 100 % BK dengan perbandingan 40 % BK konsentrat (BKK) dan 60 % BK hijauan (BKH) dimana masing-masing perlakuan dan komposisi BKH adalah: CF1 (100 % RG + 0 % PT); CF2 (75 % RG + 25 % PT); CF3 (50 % RG + 50 % PT); CF4 (25 % RG + 75 % PT) dan  CF5 (0 % RG + 100 % PT). Interval inkubasi pengukuran laju produksi gas : 0, 2, 4, 8, 16, 24, 32, dan 48 jam. Pengukuran efisiensi sintesis protein mikroba (ESPM) ditentukan dengan reflux larutan NDS yang ditambahkan pada residu produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio PT terhadap RG dalam pakan lengkap sapi perah memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap volume gas pada inkubasi 2 dan 4 jam, tapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada inkubasi 8 – 48 jam. Perlakuan pakan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap degradasi BK, nyata (P<0,05) terhadap kadar total VFA dan asam asetat (C2) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap degradasi BO, kadar NH3,  kadar asam propionat (C3), asam butirat (C4), C2/C3, dan proporsi molar VFA. Pakan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap ESPM (mg N/kg BOTR) dan semua hasil perhitungan stoichiometri. Rasio PT terhadap RG yang semakin tinggi menghasilkan efisiensi sintesis protein mikroba yang relatif sama, efisiensi tertinggi cenderung ditunjukkan oleh level PT sebesar 25 % dan 100 %. Disimpulkan bahwa pada pakan lengkap sapi perah dengan protein kasar 12,5  %; proporsi PT sebagai sumber serat hingga 100 % dapat diaplikasikan. Kontunyuitas dan stabilitas suplai pakan sapi perah dapat dipenuhi dengan memanfaatkan PT namun suplementasi pakan konsentrat sangat disarankan agar   terpenuhi kebutuhan nutrisi, khususnya pasok protein mikroba pada pencernaan pasca rumen.

Kata kunci : pasok protein mikroba, rasio pucuk tebu dan rumput gajah, pakan lengkap.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.